Siapa bilang ketika Anda tinggal di apartemen dan sudah membayar sewa atau unit yang ditinggali sekarang, Anda tak perlu membayar apapun lagi? Jelas pemikiran ini salah, ya! Ada banyak biaya-biaya lain yang masih harus Anda bayarkan bila tinggal di apartemen. Apa saja agar Anda bisa mempersiapkan dana lebih untuk membayarnya?

  1. IPL (Iuran Pengelolaan Apartemen)

Iuran pertama yang harus Anda bayarkan tiap bulannya pada pihak pengembang apartemen adalah IPL atau Iuran Pengelolaan Apartemen. Biaya ini disebut juga dengan maintenance fee atau service fee. Seperti namanya, pembayaran ini digunakan untuk pengelolaan operasional gedung, kebersihan, keamanan, asuransi serta gaji karyawan apartemen.

Besaran biaya IPL untuk setiap apartemen berbeda. Untuk hitungannya, biasanya dikalikan per meter persegi. Misalnya saja di Green Pramuka City. Saat ini biaya IPL ini adalah Rp18.500,- per meter persegi. Tinggak kalikan saja berapa luas apartemen Anda. Itulah yang harus Anda bayarkan per bulannya pada pihak pengembang apartemen.

  1. Sinking Fund

Selain IPL, juga ada biaya sinking fund. Secara teknis, sebenarnya ini nyaris sama dengan IPL, yakni untuk pemeliharaan fasilitas. Hanya saja, yang ini dikhususkan untuk fasilitas yang rusak saja di unit apartemen Anda. Biaya ini juga ditarik per bulan oleh pihak apartemen. Besarannya adalah sekitar 100 hingga 200 ribu rupiah per bulan.

Tujuan dari adanya sinking fund ini adalah untuk mengganti kerusakan yang terjadi di apartemen Anda sewaktu-waktu agar Anda nantinya tidak dihadapkan dengan tagihan besar langsung. Sebab, Anda sudah mencicilnya jauh-jauh hari.

  1. Biaya Parkir

Punya kendaraan? Kalau begitu, Anda juga harus siap mengeluarkan dana untuk biaya parkir. Ketentuan untuk lahan parkir ini berbeda-beda untuk setiap apartemen. Biasanya, biaya parkir ini ada yang dikenakan per paket, perhari atau perkendaraan. Biasanya, biaya berlangganan parkir berkisar antara 100 hingga 300 ribu per bulan untuk mobil.

  1. Biaya Listrik

Tentu saja, Anda juga harus mengeluarkan biaya untuk listrik yang Anda gunakan sehari-hari. Biaya yang satu ini adalah salah satu yang paling menguras kantong. Namun, Anda harus ingat, biaya listrik ini berbeda-beda untuk setiap unit tergantung seberapa banyak Anda menggunakannya.

Untuk perhitungan listrik di apartemen, biasanya disamakan golongannya dengan gedung kantor atau mall sehingga Anda harus membayar lebih mahal bila dibandingkan Anda tinggal di rumah tapak. Misalnya tagihan bulanan listrik rumah tapak adalah sebesar Rp500.000,-, listrik di apartemen bisa menjadi Rp700.000,- dengan oenggunaan yang sama.

Sisi baiknya tinggal di apartemen adalah Anda akan jarang sekali terkena pemadaman. Kalaupun ada pemadaman, biasanya hanya sesaat dan akan langsung hidup lagi dalam hitungan detik. Sebab, pihak PLN menyediakan genset khusus untuk memenuhi kebutuhan listrik di apartemen. Ini jugalah yang buat tagihan lebih mahal.

  1. Biaya Air

Air juga harus Anda bayar per bulannya, ya! Untuk apartemen, biasanya pembayaran air menggunakan cara perhitungan dari PDAM. Biaya dihitung dengan satuan X rupiah untuk per meter kubik yang dipakai. Untuk biaya yang satu ini, biasanya setiap unit hanya dikenakan sekitar Rp200.000,- per bulan tergantung pemakaian.

Itulah beberapa biaya yang masih harus Anda bayarkan ketika tinggal di apartemen. Jadi, jangan pernah berpikir setelah Anda membayar biaya sewa atau membeli unit tersebut, Anda tak akan dikenakan biaya lain. Nah, daripada bingung dengan biaya tersebut, lebih baik Anda tentukan apartemen yang bisa ditinggali saja. Sebagai contoh, bisa pilih Green Pramuka City.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *